(90)NA18221001580(91)250920

hasil dari pengecekan Barcode (90)NA18221001580(91)250920 yang ingin di ketahui oleh konsumen apakah produk yang dibeli sudah memiliki izin dari BPOM. Setelah dilakukan pengecekan pada layanan resmi BPOM menggunakan kode yang tersedia, tidak ditemukan data yang sesuai. Kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa suatu produk ilegal, karena barcode dan Nomor Izin Edar (NIE) BPOM memiliki fungsi yang berbeda.

Agar tidak terjadi kesalahan saat memverifikasi produk, pahami terlebih dahulu perbedaan antara barcode pada kemasan dan data registrasi yang diterbitkan oleh BPOM.

Apa Arti Barcode (90)NA18221001580(91)250920?

(90)NA18221001580(91)250920

Barcode (90)NA18221001580(91)250920 merupakan rangkaian data yang menggunakan standar Application Identifier (AI). Format seperti ini lazim digunakan untuk kebutuhan identifikasi internal, distribusi, atau logistik.

Kode tersebut bukan format standar yang ditampilkan sebagai identitas registrasi BPOM kepada masyarakat. Oleh karena itu, barcode tidak selalu dapat digunakan untuk memperoleh informasi produk pada layanan Cek BPOM.

Arti Application Identifier (90)

Application Identifier (90) digunakan untuk menyimpan data internal yang ditentukan oleh pemilik barcode. Informasi yang tersimpan dapat berbeda pada setiap perusahaan sehingga tidak memiliki arti yang sama untuk semua produk.

Arti Application Identifier (91)

Application Identifier (91) juga dipakai sebagai identifikasi internal. Angka 250920 setelah AI (91) tidak dapat dipastikan sebagai tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, atau informasi lain tanpa keterangan resmi dari pemilik sistem barcode.

Barcode Berbeda dengan Nomor Izin Edar BPOM

Nomor Izin Edar (NIE) BPOM diterbitkan sebagai identitas resmi produk yang telah memperoleh persetujuan edar. Sebaliknya, barcode seperti (90)NA18221001580(91)250920 hanya menyimpan data yang dikodekan dalam bentuk barcode dan tidak otomatis menjadi Nomor Izin Edar.

Hasil Pengecekan (90)NA18221001580(91)250920 di BPOM

Pengecekan terhadap kode (90)NA18221001580(91)250920 pada layanan resmi BPOM tidak menampilkan data produk.

Artinya, kode tersebut tidak ditemukan sebagai data registrasi BPOM ketika digunakan sebagai acuan pencarian.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena barcode memang bukan identitas yang digunakan BPOM untuk menampilkan data registrasi kepada publik.

Mengapa Data Tidak Ditemukan?

Beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan hasil pencarian tidak ditemukan antara lain:

  • Barcode merupakan kode internal perusahaan.
  • Kode yang dimasukkan bukan Nomor Izin Edar BPOM.
  • Informasi pada barcode hanya dapat dibaca oleh sistem distribusi tertentu.
  • Produk menggunakan identitas lain sebagai Nomor Izin Edar yang tidak tercantum dalam barcode tersebut.

Tidak tersedia informasi resmi yang dapat menghubungkan barcode (90)NA18221001580(91)250920 dengan suatu produk tertentu.

Cara Memastikan Produk Sudah Terdaftar di BPOM

Apabila barcode tidak menghasilkan data, pemeriksaan masih dapat dilakukan menggunakan identitas lain yang tercantum pada kemasan.

Cek Nomor Izin Edar (NIE)

Periksa apakah kemasan mencantumkan Nomor Izin Edar BPOM, misalnya diawali dengan kode NA, MD, ML, atau format lain sesuai kategori produk.

Nomor tersebut dapat dimasukkan langsung ke layanan resmi Cek BPOM.

Gunakan Nama Produk

Jika Nomor Izin Edar tidak ditemukan, lakukan pencarian menggunakan nama produk yang tercetak pada kemasan.

Cara tersebut membantu menemukan data registrasi apabila produk memang telah memperoleh izin edar.

Cari Nama Perusahaan

Layanan BPOM juga menyediakan pencarian berdasarkan nama perusahaan pemegang izin.

Hasil pencarian dapat digunakan untuk mencocokkan apakah produk benar-benar terdaftar atas nama perusahaan yang sama.

Informasi yang Akan Muncul Jika Produk Terdaftar

Apabila produk berhasil ditemukan pada layanan BPOM, informasi yang tersedia umumnya meliputi:

  • Nama produk.
  • Nomor Izin Edar.
  • Status registrasi.
  • Nama perusahaan pemegang izin.
  • Kategori produk.

Jika seluruh data tersebut tidak muncul, berarti belum ada informasi registrasi yang dapat diverifikasi menggunakan identitas yang dimasukkan.

Mengapa Barcode Tidak Selalu Bisa Dicek di BPOM?

BPOM tidak menggunakan seluruh barcode pada kemasan sebagai identitas pencarian publik.

Sebagian barcode dibuat untuk mendukung proses distribusi, pergudangan, pelacakan logistik, atau sistem internal produsen. Akibatnya, hasil pemindaian barcode belum tentu menampilkan informasi registrasi BPOM.

Karena itu, barcode (90)NA18221001580(91)250920 yang tidak ditemukan pada layanan BPOM bukan bukti bahwa barcode rusak ataupun sistem BPOM mengalami kesalahan.

Cara Memastikan Keaslian Produk Selain Barcode

Apabila barcode tidak menghasilkan data, lakukan pemeriksaan tambahan berikut:

  • Pastikan terdapat Nomor Izin Edar BPOM pada kemasan.
  • Cocokkan nama produk dengan data pada layanan resmi BPOM.
  • Periksa nama perusahaan yang tercantum pada kemasan.
  • Pastikan informasi registrasi sesuai dengan data resmi BPOM.
  • Hindari membeli produk yang tidak memiliki identitas registrasi yang dapat diverifikasi.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa barcode (90)NA18221001580(91)250920 tidak ditemukan pada layanan resmi BPOM. Hingga proses verifikasi dilakukan, tidak terdapat data registrasi BPOM yang dapat dikaitkan langsung dengan kode tersebut.

Karena barcode bukan identitas resmi pencarian BPOM, pemeriksaan legalitas produk tetap dilakukan menggunakan Nomor Izin Edar, nama produk, atau nama perusahaan yang tercantum pada kemasan. Jika seluruh identitas tersebut juga tidak menghasilkan data pada layanan resmi BPOM, sebaiknya lakukan verifikasi lebih lanjut kepada penjual atau produsen sebelum menggunakan produk.

riska ila

Suka Mengulas Produk skincare Yang sudah punya Data bpom di indonesia supaya pengguna bisa lebih melek akan keamanan skincare yang dipakai

Bagikan:

Tinggalkan komentar